Tidak Harus Menaikkan Harga Gorengan, Dua Pedagang Gorengan Ini Punya Prinsip yang Berbeda

Tahu dan tempe goreng
Sumber : Pikiran-Rakyat.com

Tahu dan Tempe. Dua makanan olahan kedelai ini menjadi kosong di pasaran lantas harga kedelai yang melunjak. 

Harga yang seharusnya Rp.8.500/Kg naik menjadi Rp. 11.000/Kg.

Pengrajin tahu dan tempe pun memutuskan untuk tidak menyetok dua makanan olahan kedelai ini. Ada beberapa yang tetap menyetok, tapi itu sesuai pesanan pelanggan saja. 

Tempe dan juga tahu merupakan dua menu yang sangat mudah didapatkan. Pada setiap menu masakan yang paling sering ditemukan adalah dua si joli ini. Tapi sayang, naiknya harga kedelai membuat dua makanan andalan warga Indonesia ini menjadi kurang bahkan tidak terlihat di pasaran. 

Entah itu tempe atau pun tahu sama-sama dibutuhkan. Harga yang murah, mudah didapatkan menjadi yang tersulit didapatkan.

Ah, gara-gara si kedelai yang naik harga dua makanan sederhana ini menjadi yang paling sulit. 

Bagaimana nasib harga gorengan. Yang juga menjadikan tempe dan tahu sebagai pilihan andalan para pelanggan. 

Beda pedagang beda pula cara jualnya. Katakan saja si Edi penjual gorengan Asal Kecamatan Banjarejo ini terpaksa menaikkan harga tempe goreng yang dijualnya. 

Normalnya ia menjual Rp.500/biji. Kini ia harus menjualnya seharga Rp.2.000/ 3bijinya. 

Penjual asal Banjarejo ini mengaku biasa membeli tempe seharga Rp.2000/ikat. Namun, sekarang ia membelinya seharga Rp.2.500/ikat. Jadi, ia pun terpaksa menaikkan harga gorengan yang dijualnya. 

Lain Edi lain pula Andre. Pedagang gorengan yang sudah sebelas tahun ini memiliki prinsip yang berbeda. Meski harga tahu dan tempe naik. Harga gorengan tidak perlu naik. 

Bagi Andre, tidak masalah harganya tetap. Kasihan juga yang beli. 

Luar biasa. Prinsip berbeda tapi tetap berjualan. Bagaimanapun masalah yang ada harus dihadapi dengan ikhlas. Yang terpenting tidak merugikan satu sama lain. 



Posting Komentar untuk "Tidak Harus Menaikkan Harga Gorengan, Dua Pedagang Gorengan Ini Punya Prinsip yang Berbeda"