Kamis, 17 Desember 2020

Mama

Selamat pagi sahabat bloger semua. Salam literasi dan tetap semangat. Hari ini ku ingin menulis sesuatu untuk seseorang yang sudah menaruh separuh hidupnya untukku. Dia lah mama.

Mama. Apa kabarmu? Semoga kau selalu sehat dan baik di sana. Sudah berapa lama kita tak berjumpa? Aku di sini sedang menanam rindu padamu. Ibu dalam sujud kuutarakan doa pada sang Pencipta agar kau selalu sehat dan terus terjaga dalam lindungan-Nya.

Mama.Jarak kita terlalu jauh, terhalang sungai, laut, bukit,gunung, dan pulau. Tapi, begitu hebatnya dirimu yang tak mudah dilupakan. Ah, kalau pun bisa dilupakan, berarti aku bagaikan manusia tak berakal. Begitu besar jasamu yang membesarkan anakmu yang selalu membebanimu ini. Tapi, cinta mama tetaplah cinta, yang tak bisa diubah oleh apapun. Buktinya, ketika aku tega menyiram timah panas di hadapanmu, kau balas dengan memberikan sebongkah emas murni. Ah, apakah terlalu berlebihan kedengarannya. Bagiku tidak. Karena itulah kenyataannya.

Mama. Banyak hal yang masih ingin ku ceritakan padamu. Usia dewasa membuat kita semakin jauh. Tapi, aku harap kau tidak pernah merasa dijauhi olehku. Kita memang jauh jika dilihat dengan jarak. Tapi, sebenarnya dekat. Kita dekat dalam setiap dekapan doa dalam malam-malam romantis saat bersama-Nya.

4 komentar:

  1. Balasan
    1. BELIAU SELALU DIRINDUI
      terimakasih sudah mampir

      Hapus
  2. Berkisah sosok malaikat tanpa sayap ini tak kan bernah selesai. Salam rindu padanya

    BalasHapus
  3. Siapa yang paling menyayangi mu? "Ibuku" jawabku.

    BalasHapus

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.