Senin, 06 Juli 2020

Empat Kunci Istiqomah Menulis

Selamat pagi sahabat pena. Pagi ini sudah mulai aktif untuk melakukan kegiatan. Saya kembali ke kampu untuk melanjutkan kunsul skripsi yang sudah tertunda sangat lama. Namun, saya tidak akan membahas hal itu pagi ini. Sebelum subuh tadi, saya sedikit menengok pesan-pesan dalam group brlajar menulis. Ada satu pesan dari ibu Sri Sugiastuti yang biasa dipanggil bu Kanjeng. Beliau membagikan sebuah informasi tentang webbinary bersama penulis ternama, yaitu Pak. Habiburrahman El-syirazy, webinar akan dilaksanakan hari sabtu tanggal 11 juli pekan depan. Dalam informasi tersebut. Juga dicantumkan sebuah link youtobe tentang 4 tips agar istiqomah menulis, yang disampaikan oleh Dr. M. Arfan Mu’ammar. Mp.Pd.I beliau adalah ketua sahabat pena kita.

Pada vidio ini belia meberi tips agar kita tetap menjadi orang yang istikomah dalam menulis. Antaranya adalah:

1. Mengikat komitmen dengan orang lain

Menaruh kepercayaan pada orang lain merupakan salah satu cara terbaik utuk kita tetap menulis. Mengapa? Karena setelah kita mengabarkan bahwa saya akan menulis setiap hari, atau katakana saja kita akan menulis di medi sosial hari senin, atau rabu, atau hari yang telah ditentukan. Maka, orang akan menunggu tulisan kita pada hari yang sudah ditentukan tersebut. Jika kita mampu membangun kebiasaan ini, artinya kita telah menaruh kepercayaan pada orang lain. Karena taruhannya adalah kepercayaan orang lain kepada kita. hal ini sudah pernah dilakukan oleh pak Dahlan Iskan. Bapak Dahlan Iskan setiap pagi sudah mengapload tulisan di media sosial. Suatu hari tulisannya telat untuk diupload, bukan karena alaasan sibuk, melainkan kesalahan system saat mengupload tulisan. Baru bebeapa menit saja terlambat sudah banyak komentar, “Kok, tulisannya belum ada”. jadi, dengant mengikat komitmen dengan orang lain. maka, orang akan mengetahui tulisan kita akan terbit hari ini, dan orang pun akan menunggu tulisan kita.

2. Menjadikan menulis sebagai sebuah habit

Jadikanlah menulis sebagai sebuah kegiatan postif. Hal ini bisa membantu untuk tetap istiqomah dalam menulis. Bagaimana caranya? Untuk yang baru mau memulai menulis bisa menjadwalkan kegiatan menulis dalam satu minggu satu kali, atau dua kali. Jadwal yang sudah ada ditetapkan selama satu bulan. Jika dalam satu bulan bisa bertahan maka, bisa titambahkan porsi untuk menulis, bisa tiga atau bahkan emapat kali,. Jadi, jika sudah terbiasa, maka, akan bisa menulis satu hari satu tulisan. kalau kebiasaan menulis ini sudah tertanam dalam diri kita, maka kita akanmerasa adasesuatu yang kurang lengkap saat tidak mengerjakannya.

3. Bergabung dengan komunitas

“Kalau ingin jadi pengusaha berteman dengan pengusaha, kalau ingin jadi penulis bergabunglah dengan penulis.” (Dr. M. Arfan Mu’ammar. Mp.Pd.I)

Yah, begitulah cara kita membangun keistiqomahan kita untuk menulis. Saat bersama orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama dengan diri kita, aka nada motivasi yang terus dibakar dalam diri kita. misalnya saat akita malas untk mengupload tulisan sesuai jadwal yang sudha ditetapkan. Kemudian kita membaca postingan-postingan teman digroup. Pasti aka nada yang membuat kita untuk sadar dan bangun untuk mau menulis lagi. Saya pribai pun memiliki tiga group menulis yang saya jadikan sebagai tempat untuk berguru. Karena teman-teman digroup adalah orang-orang yang memiliki komitmen yang kuat dalam menulis.

4. Memperbaiki niat menulis

Kata pak Ma’ruf dalma vidionya

“ kalau tujuan anda menulis hanya ingin menjadi kaya maka tidak akan lama, kenapa jika anda sudah kaya maka motivasi menulis anda akan hilang. Kaena tujuan anda sudah tercapai, yaitu menjadi kaya.”

Hal ini saya pribadi pernah merasakannya. Saat saya ingin mempunyai buku solo. Niat saya yah ingin punya buku, dan setelah buku sudah terbit, motivasi menulis saya pun hilang. Hal inilah yang menjadikan alasan kenapa saya selalu mencari group menulis yang paten. Dan Alhamdulillah saya sudah mendapatkannya. Adapun untuk merumuskan niat menulis kita hanya dua yaitu :

1. Menulis untuk menulis

“Ketika engkau mencintai orang tanpa alasan, percayalah bahwa tidak ada ribuan alasan yang dapat mencabut cinta itu dari hati anda.” (Dr. M. Arfan Mu’ammar. Mp.Pd.I) Begitu pula dengan menulis. Menulislah karena ingin menulis. jika ka
u hanya mengininkan menulis karena karir, maka ketika sudah didapatkan semangat untuk menulis akan hilang setelah didapatkan.

2. Mencari ridho Allah SWT,

Ketika kita melakukan sebuah pekerjaan karena Allah, maka apapun yang kita inginkan akan kita dapatkan. Karena, allah akan terus bersama orang-orang yang bekerja, dan mendekatkan diri pada-Nya.

Nah, itulah emapat tips menjaga keistiqomahan dalam menulis. trimakasih saya ucapkan kepada Bu Kanjeng tak tak pernah bosan menyalurkan ilmu dan mebangikan postingan positif digroup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.