Selasa, 21 Juli 2020

6 Langkah Menulis Buku

Malam ini lagi-lagi saya mengikuti kelas belajar menulis, dan malam ini dibimbing langsung oleh seorang penulis yang sangat kaya dengan karyanya, salah karyanya adalah “Man Jadda, Waa Jada.” Mungkin teman-teman lain sudah pernah membaca bukunya, dan tahu siapa penulis buku tersebut. Beliau adalah Akbar Zainudin. Beliau seorang pengajar, namun beliau tidak mengajar pada satu instani saja, melainkan pada instansi yang berbeda-beda. Tekadang mengajar di sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan juga swasta. Materi yang dibawakan pula hanya sebatas materi motivaasi. Dari motivasi belajar, menulis, bekerja, mengajar, berwirausaha, dan motivasi hidup. Hebatnya setelah menulis bukunya yang berjudul “Man Jadda Wa Jada” tersebuat beliau biasa memotivasikan dirinya untuk mengembangkan Kalimat Man jadda wa jada itu, dan akhirnya beliau juga bisa berkeliling ke 33 provinsi di Indonesia. “Mudah-mudahan selesai pandemi ini bisa bersilaturahi ke Papua.” Katanya. (semoga impiannya tercapai pak)

Enam Langkah Menulis Buku

Enam langkah menulis buku yang beliau singkat menjadi TOJTRP yaitu: tema, outline, jadwal, tulis, revisi, dan penerbit.

1. Tema

Setiap buku harus memiliki tema. Tema ini akan membantu untuk fokus kita apa yang akan kita tulis. Seperti yang sudah dilakukan oleh penulis hebat lainnya. Seperti: Bunda Asma Nadia menulis sebuah novel, bapak Ahmad Fuadi menulis novel tentang pasantren dan kerja keras, dan saya (Pak Akbar Zainudin) sendiri menulis tentang motivasi. Apakah boleh memiliki beberapa tema? Sebenarnya boleh saja, namun, karena ini masalah branding lebih baik menulis dengan satu tema. Agar orang-orang mengetahui kita itu fokus dalam bidang apa, dan tidak membuat pembaca bingung dengan keahlian yang kita miliki.

2. Outline

Ada empat manfaat menulis menggunakan outline, yaitu: agar tulisan kita terarah, bisa buat jadwal dan target, menghindari “Ngeblank” pada saat menulis, agar bukunya selesai. Membuat outline bisa seperti membuat daftar isi. Outline inilah yang akan membantu untuk menyelesaikan tulisan kita dan tidak bercampur dengan tema-tema yang lain. Apakah outline buku fiksi dan non fiksi berbeda? Tentu berbeda. Untuk buku nonfiksi gunakan prinsip 5W 1H, dan untuk menulis fiksi pertama mentukan siapa tokoh dalam cerita, dua karakter, tiga plot atau alur.

3. Jadwal

Fungsi membuat jadwal adalah untuk memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

cara membuat jadwal

a. Buatlah table dengan empat kolom yang berisi No-Judul Artikel-target Menulis- -tanggal –keterangan.

b. Isi nomor

c. Isi judul artikel

d. Perkiraan berapa lama(berapa hari) artikel akan ditulis

e. Buat sesuai tanggal yang ada

f. Isi keterangan sudah selesai selai apa belum

4. Tuliskan

Jadwal sudah dibuat, judul pun sudah disiapkan, langkah selanjutnyaa adlah tulislah sesuai jadwal dan tema yang sudah disediakan. Konsistenlah dalam menggunakan waktu, agar tulisan bisa selesai sesuai jadwal yang aada.

5. Revisi

Ketika ingin merevisi, usahakan tulisan yang dibuat sudah selesai. Jangan terpakau pada satu tema yang sudah jadi kemudian itu membuat kita hilang fokus dan tidak berjalan sesuai jadwal. Dalam merevisi tulisan ada berapa tahap yang harus kita lakukan. Yaitu: data informasi yang maasih kurang, tata bahasa, gaya tuliasa, judul-judul artikel (buat judul yang menarik).

6. Kirim ke penerbit

Mengenai penerbita. Ada beberapa pertimbangan yang dimiliki penerbit dalam menerbitkan buku yang dikirim. Yaitu: buku laku atau tidak, apa yang membedakan buku kita dengan buku yang lain, apa yang Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku. Cara mengirim tulisan: naskah harus jadi, mengirimkan ke penrbit dengan dua cara dalam bentuk soft copy atau hard copy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.