Minggu, 03 Mei 2020

Tombak Kesuksesan

"Tak ada pengusaha sukses tanpa kegagalan." [Etygorang]
Kegagalan merupakan sebuah fitrah kehidupan. Tak ada kesusksesan melainkan dibarengi dengan kegagalan. Kita berjalan berkawal dengan kegagalan. Diri kita harus mengetahui hal ini, karena tanpa adanya kesadaran adalah sebuah hal yang pasti akan ada rasa putus asa dalam setiap langkah. maka, dengan menghadapi kegagalan, kita perlu sebuah tombak yang kuat, tombak yang yang akan membendung kita disaat genting, jatuh, bahkan putus asa. Tombak kesuksesan ini adalah kesabaran.
Semua orang mengetahui bahwa sabar merupakan salah satu langkah terbaik untuk mempertahankan segala sesuatu. misalnya saat kita mendapatkan sebuah kegagalan dalam perlombaan, maka hal pertama yang harus ada dalam diri kita adalah rasa sabar itu sendiri. Dengan adanya kesabaran berarti kita sudah tahu porsi diri kita, kita tahu kualitas diri kita, kita tidak bisa berbuat lebih bukan karena kita tidak bisa, kita belum menang bukan berarti kita tidak berbakat. Namun, kita kalah atau gagal karena Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar lagi, untuk mencoba lagi, dan untuk melewati semua itu hanya dengan rasa sabarlah yang bisa membuat kita bertahan. Yakinlah, segala konsekuensi yang terjadi dalam kehidupan ini karena campur tangan Allah, maka sabarlah untuk mnejalaninya. Karena Allah sendirilah yang menjaminkan segala balasan bagi orang-orang yang bersabar.
Nah, dalam mempersiapkan diri menghadapi kegagalan pun bisa kita bentengi dengan mengetahui faktor dari sebuah kegagalan. Di sini akan saya berikan dua faktor kegagalan yang ditulis oleh seorang penulis terkenal, yaitu Ahmad Rifai Rif'an dalam bukunya yang berjudul "Man Shabara Zafira".

"Ada dua faktor kegagalan, pertama orang itu tidak tahu cara meraih kesuksesan. kedua, orang itu sudah tahu bagaimana cara merai sukses yang diharapkannyanamun, ia belum sabar dalam menjani proses."

Nah, dari faktor di atas bisa kita tebak sendiri diri kita. Kira-kira dalam posisi mana kita? Apakah kita selama ini gagal karena tidak tahu bagaimana mencari kesuksesan itu? Atau kita mengetahui cara mencapai kesuksesan, namun belum sabar menjalani prosesnya.
Maka, tak salah jika saya mengatakan bahwa tombak yang kita perlukan dalam mengatasi kegagalan adalah sabar itu sendiri. Sabar dalam menjalani proses kesuksesan, dan sabar dalam menjalani sebuah kegagalan. jangan takut, dibalik kegagalan ada sebuah keberhasilan, apalagi dibarangi dengan kesabaran dan keikhlasan yang penuh. Karena Tuhan tahu porsi kebutuhan kita, Tuhan tahu kemampuan kita. Proses tidak akan membohongi hasil. Terus bergerak, dan mencoba, dan jangan jadikan kegagalan sebagai langkah akhir dalam mencapai kesuksesan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.