Minggu, 17 November 2019

Mengapa Harus Membaca ?

Buku adalah jendela dunia. Begitulah selogan sederhana yang memiliki arti yang tentunya tidak sederhana. Artinya sangat luas dan mendunia. Semua orang dapat membaca, semua orang memerlukan bacaan. Tapi hanya sedikit dapat memahami dan merasakan arti dari membaca tersebut. Begitu banyak manfaat dari membaca itu, tapi banyak yang mengabaikan, ada pula yang tahu tapi membuat diri tidak tahu. Butalah mereka di mata dunia ini.

Membaca. Kata sederhana yang punya bobot tertinggi untuk perkembangan, zaman, masa, bangsa Negara dunia bahkan akhirat. Mau menguasai dunia bisa lewat bacaan saja, bisa merasakan ketenangan pula bisa lewat bacaan saja. Dengan membaca kita membuka jendela dunia, bukan? Dengan membaca kita melihat dunia setelah kita membuka jendelanya, setelah melihat tentunya kita merasakan betapa nikmatnya semua itu.

Kemudian apa kendala untuk membaca? Kebanyakan dari kalangan mahasiswa ataupun pelajar pada umumnya merasa malas dan ngantuk ketika membaca. Itu memang hal yang wajar. Tapi, ketahuilah bahwa membacalah kita dapat merubah segalanya. Pendidikan, kwalitas diri kita bahkan mengembangkan dan memajukan bangsa kita ini. Tidak ada alasan lain selain malas dan cepatnya ngantuk ketika membaca. Mungkin zaman sekarang. Para pelajar banyak memilih membaca kisah roman dan komik dibandingkan membaca buku pelajaran ataupun buku pengembangan diri.

Tapi, coba kita sedikit meniru gaya orang barat. Ambil contoh saja di Univrsitas Harvad yang mewajibkan setiap mahasiswa membawa buku ketika memasuki wilayah kampus. Meskipun awalnya hanya membawa saja pada akhirnya nanti akan menjadi sebuah kebiasaan yang menghasilkan dampak positif. Mengapa? Diri kita ibarat sebuah magnet, ketika dikenakan oleh sebuah benda yang terus menerus bersama kita, atau sesuatu yang kita lakukan, maka hal itu dengan sendirinya tidak akan lepas dari tubuh kita. Dan akan menjadikan kebutuhan atas diri kita. Maka jadilah membaca sebagai kebutuhan diri Anada.

Lihat kembali diri kita siapa. Kalau kita seorang pelajar pasti kita harusnya belajar, dan tentunya harus membaca, kalau kita selaku orang tua kita juga harus sadar bahwa kita perlu mengajar dan kita perlu belajar kita perlu membaca. Tidak ada guru yang mengajar tanpa membaca dan belajar sebelum ia mengajar. Maka dari itu membaca adalah hal yang sudah pasti sebagai kebutuhan diri kita yang seharusnya ditekuni. Tuhan pun berkata demikian dalam kitab suci yang diturunkan kepada Nabi s.aw, “Iqro’” yang artinya “Bacalah”.

Allah s.w.t sebagai sang pencipta semesta alam saja menyuruh kita dan ter-maktub dalam kitab suci, ini artinya membaca adalah hal yang wajib dilakukan, bagaikan kebutuhan pokok yang seyoginya dijalankan.

Keutamaan membaca sudah tidak bisa dipungkiri lagi, dengan membaca kita bisa merubah karakter dalam diri kita? Mengapa demikian. Karena ketika membaca bukan saja mata dan mulut yang bekerja akan tetapi otak kita pula sebagai pengontrol utama. Di mana saat kita membaca pikiran, perasaan, otak semua menjadi roda yang bersatu padu bergerak dalam tubuh kita, berputar dengan teratur membentuk sebuah karakter yang secara tidak sadar ataupun sadar akan terbentuk.

Kalau Anda seorang yang suka dengan kisah roman ataupun horror tentu pernah merasakan hal ini. Ketika membaca Anda merasa takut ketika alur ceritanya tentang sesuatu yang menyeramkan, begitu juga yang membaca buku roman, ketika membaca tentang cinta dua orang kekasih yang terpisahkan perasaan Anda tentunya akan sedih bahkan ada yang menagis. Nah, ini yang saya maksud dengan membaca dapat membantuk karakter.

Banyak dari buku-buku pengembangan diri yang telah merubah hidup banyak orang. Lihat para pengusaha. Mereka tidak akan menjadi seorang pemberani yang gagah berani yang selalu berdiri dengan jas dan penampilan yang super di depan rekan-rekannya kalau diri mereka tidak membangkitkan semngat yang bertubi-tubi tentunya dengan membaca. Saya saja selaku penulis, dapat mengembangkan tulisan sederhana ini lewat membaca.

Seperti yang dikatakan DR. ‘Aidh al;Qarni dalam bukunya La Tahzan,

"Buku adalah teman yang paling baik, bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.”

Nasihat tersebut sangat sederhana jika hanya dipandang mata, tapi coba peraktekan dalam hidup Anda semua. Karena buku dapat merubah hidup anda yang gelap jadi terang, , yang jatuh akan bangkit,yang sakit akan sembuh, yang sedih akan gembira,dan yang mati akan hidup

Selamat mencoba, selamat memasuki dunia baru Anda melalui bacaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.