Selasa, 08 Oktober 2019

Resensi Buku: Be Calm Be Strong Be Greateful

Judul: Be Calm Be Strong Be Grateful

Penulis: Wirda Mansur

Penerbit: Katadepan

Tahun terbit/Cetakan: Januari 2019/ VIII

Jumlah Halaman: 284

Wirda mansur, dengan nama asli Wirda Salamah 'Ulya Mansur. Salah satu putri ust. Mansur ini telah menulis sebuah buku yang syarat akan pesan dan kisah-kisah inspirasinya yang diangkat dari pengalaman pribadi. Dengan khas bahasa betawinya. Dia mulai menceritakan tentang dirinya, perjalanan hidup di luar negeri, berteman dengan banyak sahabat, sekolah, hingga menceritakan tentang ia memiliki keinginan dan impian yang besar.

Dalam buku Be Calm Be Strong Be Greateful ini penulis mengajak kita menjadi orang yang benar-benar dekat pada Allah. Sang pencipta alam semesta. Dengan cara kalem, kuat dan bersyukur tiga rumus sederhana ini yang dijadikan simbol dasar untuk terus mendekatkan diri pada Allah.

Menjadi kalem berarti kita disuruh untuk sabar dalam segala hal. Jangan cepat panas, jangan cepat membeludak ketika diomongin orang, ketika ada yang membawa berita aneh tentang kita.

"Kita perlu belajar, yang namanya menaklukan "Api" jika didatangin api, jangan melunjak. Jangan ngelawan. Terima aja, lalu ikhlaskan. Terima, lalu dibikin jinak." (halaman:3)

Selain kalem kita diajak untuk menjadi pribadi yang kuat. Menjadi yang kuat bukan berarti punya body besar, tenaga banyak, melainkan yang bisa menahan amarahnya. Setiap amarah menyerang ingat Allah SWT., ingat bahwa amarah bukan solusi atas segala permasalahan. Malah menjadi faktor timbulnya permasalahan baru.

Kemudian bersyukur. Bersyukur merupakan kunci terpenting dalam hidup. Segala yang kita miliki harus disyukuri. Namun, nyatanya kita terlalu fokus dengan apa yang dimiliki orang lain. Lihat si A punya ini mau, lihat si B punya itu mau, begitu seterusnya. Hingga sampai tidak dapat memenuhi keinginan, kita malah mengkufurkan apa yang sudah Allah swt. berikan. Maka, ingatlah Allah. Dia memberi apa yang kita inginkan, Dia memberikan apa yang kita butuhkan. Begitulah cara terbaik kita untuk menjaga kesyukuran atas apa yang kita miliki. Ingat Allah, Allah, dan hanya Allah.

Buku ini membuat saya sebagai pembaca sadar. Bahwa dunia dan isinya tidak terlepas dari penglihatan Allah swt. Karena, kesenangan, dan kelenaan, kita terkadang lupa bahwa Allah itu ada disekitar kita, Allah itu ada dalam setiap langkah kaki dan hembusan napas kita.

Penulis pun menyarankan kita tuk terus belajar memperbaiki ibadah. Biarlah Allah yang menjadi pembimbing, "Belajar benerin shalat ama ngaji aja dulu. Entar Allah yang bimbing." (Halaman:44) Benar-benar penuh nasihat dan inspiratif. Apalagi untuk pemuda-pemudi di zaman ini. Wajib membaca buku ini. Penulis juga membongkar rahasia kesulitan-kesulitan dalam menghafal Al-Qur'an.

Al-Qur'an harus dijadikan sahabat teman dekat yang akan mengantar kita ke jannah. Tempat terbaik yang disediakan Allah bagi orang-orang terpilih. Mulailah untuk membuka hati mencintai Al-Qur'an. Orang-orang yang mencintai dan menjaga Al-Qur'an senantiasa didampingi para malaikat Allah. "Yang membaca Al-Qur'an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala." (Alhadist: hal: 76).

Bahkan, para penghafal Al-Qur'an menjadi orang yang dipuji Allah swt., dan orang tua yang memiliki anak penghafal Al-Qur'an akan dimuliakan Allah. Begitu banyak keuntungan setiap orang yang menjadi penghafal Al-Qur'an.

Setiap urusan dunia adalah Allah yang menentukan. Kita hanya berusaha dan berdoa. Hingga saat sedih, dan sakit pun kita wajib menghadirkan Allah. Karena dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang. Dari awal pembahasan dalam buku ini, penulis benar-benar mengarahkan kita senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap urusan, bahkan dalam hal-hal kecil yang sering terjadi dalam kehidupan kita.

Sakit, galau, stress. Segala urusan yang selalu membuat kita kadang bingung untuk menjalani kehidupan ini. Selama ini kita telah mengalihkan pandangan kita kepada hal lain yang tak berguna dan tidak mendatangkan manfaat sehingga benar-benar lupa dengan adanya Allah di sisi kita. Sekarang satu kuncinya. Mau berubah atau tidak. Akankah kita terus berjalan tanpa menghadirkan Allah?

Atau segera kembali pada kebenaran dengan selalu menghadirkan Allah dalam setiap urusan. Maka, rumusnya adalah dirikanlah shalat. Dengan sholat hati akan menjadi tenang, dengan sholat akan terbayar segala kecemasan dan kegaduhan hati kita. dengan sholatlah diri kita semakin dekat dengan Sang Pencipta. Jangan buang waktu lagi untuk bersenda gurau. Buku ini telah memberi cerminan untuk kita agar segera kembali pada-Nya. Buku ini sudah banyak memberi pelajaran untuk kita. Maka mari kembalilah kepada Allah yang telah menciptakan kita. Hanya mengingat Allah hati akan menjadi tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.