Selasa, 22 Oktober 2019

Apa yang Membebani Hidupmu?

Allah swt., berfirman di dalam kitab-Nya yang agung:

Laa yukallifullahunafsan illa wus’ahaa “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya … .”

Beban hidup. Apakah Anda termasuk orang yang selalu dibebani masalah kehidupan? Jika iya maka Anda belum mensyukuri nikmatnya kehidupan. Sesuai dengan judul tulisan ini “Apa yang Membebani Hidupmu?” coba pertanyaan sederhana ini tanyakan pada diri Anda. Mengapa, dan apa alasan Anda selalu merasa terbebani dengan hidup?

Tuhan yang Maha Agung menciptakan kehidupan ini dengan kesempurnaan yang luar biasa. Saat kita lapar Dia menyediakan makanan untuk kita, saat haus ada air mengalir yang bisa menghentikan dahaga, saat kemarau ada musim hujan yang nantinya membasahi tanah yang kering. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Albaqorah ayat 22 yang artinya:

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Dia hasilkan dengan hujan itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu jangan kamu mengadakan tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahuinya”
.

Tak perlu dicemaskan masalah makan dan minum apalagi menganggapnya sebagai beban dan masalah dalam kehidupan. Allah selalu memberikan kita kecukupan rezeki, Dia memberi air saat haus, memberi hujan saat kering, dan menumbuhkan buah-buhan dari hujan yang duturunkan tersebut.

Jangan pula kita sedih, gundah, kecewa, dan putus asa ada Dia yang selalu mendengar dan menunggu keluhan kita. Kemudian apa yang masih janggal dengan kehidupan ini? Apa yang membuat sehingga tidak nyaman dengan yang kita jalani?

Renungilah, saat ini kita hanyalah hamba kerdil yang tak punya apa-apa. Namun, dengan kekuasaan dan keagungan-Nya semua yang kita inginkan dipinjamkan oleh-Nya untuk kita. Orang tua yang senantiasa menyayangi kita, teman-teman dan sahabat yang selalu setia mendengar curhatan kita. Kita masih saja merasa kurang dengan semua hal itu.

Seperti yang terjadi pagi ini. Seorang ibu rumah tangga beranak tiga. Merasa kehidupannya tidak pernah bahagia. ada dan tidak ada rupiah ia merasa susah, anak-anak yang selalu gembira ketika bermain, suami yang senantiasa membawakan rezeki di soe hari tetap membuatnya gundah gelana. Sehingga hari-harinya penuh keluhan dan keputus asaan.

“Aduh pak, kok Cuma segini sih, kapan aku bisa bahagia kalau dari pagi samapi sore bapak hanya bawa segini aja, anak-anak butuh susu, kakak mereka butuh uang jajan dan selalu meminta uang lebih, pusing aku pak”.

Dari ilustrasi di atas bisa di ambil kesimpulan bahwa, yang tidak membuat kita puas dengan apa yang kita dapatkan dan kita miliki adalah rasa syukur dan menerima apa yang didapatkan. Jika kita mampu menerima apa yang diberikan maka dengan mudah kita mensyukuri segala yang kita punya. Dengan bersyukur hati akan tenang, terhindar dari keluhan, dan pikiran-pikiran aneh yang akan menimbulkan stress.

>Rasulullah saw., bersabda yang artinya: “Barang siapa yang tidur dengan tenang di empat tidurnya, sehat badannya, memiliki jatah makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah mendapatkan dunia dan semua kenikmatannya”.

Hadist, di atas menerangkan kepada kita bahwa segala kenikmatan rezeki di dunia adalah tanda kecintaan Sang Khalik kepada kita. Dia memberika tempat untuk beristirahat, makanan yang cukup, tempat berlindungan yang aman, itulah kebahagiaan. Kebahaiaan yang tidak bisa kita dapatkan dari selain Dia. Kemudian apa lagi yang patut diresahkan dari hidup ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.