Selasa, 15 Oktober 2019

5 Cara Paling Mudah Menikmati Hidup

Assalamu’alaikum sahabat pena semua, bagaimana kabar Anda hari ini? Semoga masih dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. Hari ini saya akan memberikan 5 cara terbaik dan mudah dalam menikmati hidup?

Kira-kira sahabat pena sudah bisa menikamti hidup nggak sih? Hehehe. Saya harap sahabat semua selalu menikmati hidup walaupun dalam keadaan terpuruk. Kalau dalam keadaan terpuruk saja bisa dinikmati kemudian selalu bersyukur, maka untuk menimati hal-hal yang istimewapun akan tetap bersyukur. Lain jika, hal-hal kecil saja tak bisa kita nikmati dan terus mengeluh, bagaimana kita mensyukurinya.

Maka lakukan 5 cara ini semoga membantu sahabat pena semua untuk terus menikmati hidup dengna cara yang sangat mudah.

1. Selalu bersyukur

Allah berfirman dalam Alqur’an yang artinya:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S: Ibrahim: 7)

Apakah kita sudah bersyukur dengan apa yang kita dapatkan dalam hari-hari kita? Udara yang kita hirup adalah nikmat yang selalu diberikan Allah untuk kita, tanpa memperhitungkan imbalan kepada kita. apakah pernah kita berpikir bahwa itu adalah nikmat terbesar dalam hidup?

Kaki, tangan, mata, telinga, semua anggota tubuh yang kita gunakan setiap hari merupakan nikmat-nikmat yang sangat dekat dengan kita, tapi apakah selama ini kita bersyukur dengan adanya semua anggota tubuh kita. atau malah kita malah menggunakan segala nikmat itu untuk hal-hal yang tidak semestinya kita lakukan.

Apakah tangan kita sudah digunakan untuk memberi walau pun hanya seribu rupiah? Atau malah terus mengharapkan bantuan dan imbalan orang lain? Telinga digunakan untuk mendengarkan hal-hal tidak patut didengarkan, misalnya mendengar omongan orang lain tentang keburukan orang, mendengar cacian-cacian tetangga, yang akan mengakibatkan hati kita mati, kaki yang diciptakan sempurna sudahkah kita langkahkan untuk menuju ke jalan yang benar? Sahabat pena sekalian. Rasa syukur dengan hal-hal yang kita miliki akan menjadikan kita selalu berpikir bahwa sesungguhnya kita adalah orang yang tidak punya apa-apa. Kita hanyalah hamba yang lemah, yang ketika semua kenikmatan itu ditarik kembali kepada siapa kita hendak mengadu? Kalau bukan kepada sang pemberi- Allah swt.

Rasa syukur harus kita tanamkan dalam diri kita agar kita tidak termasuk dalam kategori orang yang ingkar terhadap nikmat Allah. Salah satu cara paling sederhana untuk bersyukur adalah mengucapkan terimakasih. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadist yang artinya:

Dari abu Hurairoh r.a Rasulullah S.A.W bersabda:

“Seseorang tidak dikatakan bersyukur kepada Allah, mana kala tidak mau berterimakasih kepada sesama manusia.” (Hadist shaihih, shahihut Targhib wa Tarhib 1/235)

2. Merasa cukup

Kadang nafsu membuat kita menjadi orang yang selalu melampui batas dengan segala yang diinginkan. Saya yakin saya atau pun sahabat pena semua pernah merasa kurang dengan yang sudah dimiliki. Katakana saja baju. Sebenarnya baju yang di lemari sudah numpuk, bahkan ada baju yang masih ada label merknya, itu belum terpakai tapi keinginan membeli baju baru terus meningkat. Akibatnya apa? Diri kita pun terus merasa kurang dengan apa yang kita miliki. Hal ini sangat berdampak negative bagi pribadi kita.

Seorang tokoh intelektual islam bernama Muhammad Ainun Nadjib berkata:

“Jangan mati-matian mengejar yang tak bisa di bawah mati."

Kalimat tersebut mempunyai arti yang sangat dalam, semua itu hanyalah nafsu yang kita inginkan, hal-hal yang kita impikan membuat hati kita tidak bisa merasa cukup, sehingga saat kurang saja sedikit dalam diri kita, kita mudah mengeluh, mudah marah, bahkan bisa menyalahkan orang dan diri sendiri.

Padahal semua yang kita miliki sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan diri kita. Rasulullah saw bersabda yang artinya:

“Barang siapa di antara kalian merasa aman di tempat tinggalnya, diberikan kesehatan badan, dan diberikan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dia telah memiliki dunia dan seluruhnya (H.R Tarmidzi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam dalam Shahihul Jami’ no:6042)

Maka, untuk menumbuhkan sifat rasa cukup dalam diri kita, kita harus senantiasa terus mengginggatkan bahwa ada banyak orang yang susah, ada banyak orang yang masih hidup di bawah naungan orang lain, bahkan ada dari mereka yang hidup tanpa atap dan alas. Hal ini sudah diajarkan rasulullah yang diterapkan dalam hadist yang artinya:

Beliau S.A.W bersabda yang artinya: “Lihatlah kepada yang lebih rendah daripada kalian dan jangan melihat yang lebih di atas kalian, yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.” (H.R. Muslim)

3. Berpikir positif

Pikiran adalah “Alat control” dari segala kepribadian kita. Jika yang kita pikirkan hanyalah keburukan semata maka keburukan pula yang akan kita dapatkan, begitu pula sebaliknya, jika kita terus berpikir tentang kebaikan maka kebaikan yang akan menemani kehidupan kita.

Hal ini telah dijelaskan panjang dalam buku terapi berpikir positif yang ditulis oleh seorang mastereo motivator muslim dunia, Dr. Ibrahim Elfiki dalam bukunya yang berjudul Terapi Berpikir Positif. Beliau menjelaskan bahwa berpikir positif memberikan banyakpengaruh terhadap diri kita. bahwa pikiran itu melahirkan mindsed, pikiran itu memengaruhi intelektual, fisik, perasaan, sikap, hasil, citra diri, harga diri, rasa percaya diri, memengaruhi kondisi jiwa, kondisi kesehatan dan masih banyak lagi yang dijelaaskan dalam buku tersebut.

“Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif. Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja.” (Viktor Hugo)

4. Tidak menggubris kata-kata negatif dari orang lain

Sahabat pena tahu apa makna menggubris? Yah, ia adalah mempedulikan. Sebaiknya sahabat pena sekalian jangan terlalu peduli terhadap apa yang dikatakan orang lain. apalagi hal yang diucapkan tidak benar adanya. Hal penting yang harus kita ingat bahwa, jika ada orang yang mau mengatakan hal buruk tentang diri kita maka itu hanyalah sebuah tantangan, sebuah ujian untuk kita.

Katakan saja ada orang mau mangatakan kita orang yang sok alim, ketika kita sedang menjalankan perjalanan hijrah kita. Maka, hal ini harus segera ditepiskan dari pendengaran kita. Kata-kata negatif yang datang dari lidah orang lain adalah ujian pada kita. Jangan hanya mendengarkan kata-kata yang tidak penting membuat kita jadi tidak bersemangat dalam melakukan kebaikan. Kalau sudah mulai mendengarkan dan memasukan kedalam hati, rasa tidak nyaman dengan diri sendiri pun akan terjadi.

Maka berhati-hatilah, karena semua perkataan negative itu berdampak bagi kita, tergantung kita menyikapinya seperti apa. Hidup ini mudah dan jangan mempersulit hanya dengan kata-kata yang belum tentu benar adanya.

Jadi, mulai saat ini. Marilah kita nikmati hidup kita dengan selalu bersyukur dengan yang kita miliki. Sekecil apapun nikmat dan harta kita patut kita syukuri, jangan terlalu puas dan tidak merasa berkecukupan dengan apa yang ada, ingat selalu untuk terus mengolah pikiran kita agar tidak gampang mempercayai apa yang dikatakan orang terhadap kita.

Salam bahagia untuk kita semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.