Selasa, 20 Agustus 2019

WADAH PENGGERAK KEHIDUPAN

“Orang yang sukses dalam kehidupa adalah mereka yang memiliki kendali diri yang baik. Ia tidak terlalu dipengaruhi oleh lingkunganya tempatnya bergaul. Lingkungan pertemanannya memang luas, tetapi alur hidupnya, aktivitasnya, keyakinannya, tidak diatur oleh lingkungan. Bahkan dirinya yang mewarnai lingkungan dan komunitasnya”(Ahmad Rifai Rif’an,2019:11)

Kalimat di atas merupakan sebuah tamparan dahsayat bagi saya. bagaimana tidak, sejauh ini saya selalu menyalahkan lingkungan sebagai pengubah sikap. Padahal tidak demikian, yang membuat sebuah perubahan dalam diri kita adalah pribadi kita masing-masing. Lingkungan hanyalah wadah penggerak kehidupan. Di dalamnya ada semua jenis watak, tokoh, alur hidup yang disediakan untuk kita, dan pilihannya ada ditangan kita.

Di lingkungan mana pun kita bisa hidup, pun bisa kita berubah. Apakah kita akan terus menyalahkan lingkungan sebagai factor perubahan atas diri kita? Tenatu tidak ! Diri kita harus menjaga keyakinan yang sudah dibuat sebelumnya. Sungguh saya prribadi baru bisa menyadari hal itu sekarang setelah menemukan kalimat di atas.

Menyalahkan lingkungan sebagai factor perubahan sikap dan perbuatan adalah hal yang sangat fatal. Lingkungn memang wadah penggerak kehidupan, dan ia pun factor perubahan dalam diri setiap manusia, namun kita tidak bisa menyalahkan bahwa ‘Gara-gara tinggal di daerah ini aku tak bisa berubah, aku tak bisa kreatif, aku tak bisa ini dan itu”. Kita lah yang harus berpikir harus bertindak. Jika sebuah lingkungn yang kita tempati tidak sesuai dengan keadaan diri kita. Kita yang harus mencari solusi, mencari strategi agar kemauan kita dapat dicapai.

Ingat! Orang-orang seperti saya yang selalu menyalahkan lingungan hidupnya tidak akan nyaman, kebahagiaan akan jauh dari dirinya. Saya berani mengatakan hal ini karena saya sudah mengalaminya, saya sudah tau bagaimana rasanya. Saat saya tinggal diperkotaan, kemudian menikah dan tinggal jauh dari keramain dan kota. Hati menjadi mati. “Rasanya lingkungan ini tidak cocok untuk saya”. itu yang saya ungkapkan ketika awal tinggal di pedesaan yang letaknya dibawah bukit.

Hal sama terjadi ketika saya dan suami pindah ke daerah yang sedikit jauh dari pedesaan. Sama pula yang saya rasakan dan keluhkan.

“Tempat itu tidak cocok untuk saya”.

Hingga saya pernah menyalahkan orang lain dan berkata sperti ini “Kok orang-orang di sini suka mengurus urusan rumah tangga orang, membicarakan orang, saya jadi tiak betah berada di sini. Masa setiap hari hanya seperti ini terus”. Maka, sang suami berkata kepada saya.

“Jika, semua tempat kau katakana seperti itu, saja jamin kehidupan di mana pun tak akan kau terima, dank au tak akan bisa hidup bgahia. Orang yang selalu bhagia adalah mereka yang siap hidup di mna pun, meski pun ditempat yng tidak mereka inginkan, bukan karena terpaksa karena keikhlasan yang menyertai mereka.”

“Orang yang sukses dalam kehidupan adalah mereka yang memiliki kendali diri yang baik.” (Ahmad Rifai rif’an:2019)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.