Rabu, 21 Agustus 2019

Akibat Menunda-nunda Pekerjaan

Hai sahabat blogku. Kali ini aku akan membagikan satu informasi baru tentang sebuah penyakit atau gangguan yang sudah lama mengendap dalam tubuh ini.

Kira-kira apa ya?

Procrastination, ini merupakan salah satu gangguan psikologi yang sedang menganggu kehidupanku. Gejala dari gangguan ini adalah menunda-nunda pekerjaan atau kegiatan.

Gangguan ini ternyata telah lama mengendap dalam tubuh ini. Namun, baru terbaca dalam beberapa hari terakhir ini. Kelihatannya, menunda pekerjaan adalah hal biasa saja. Namun, bagi saya itu adalah penyakit. Penyakit yang akan menganggu kegiatan atau pekerjaan lain.

Saya sendiri tau hal ini dari sebuah buku yang berjudul Generasi Emas karya Ahmad Rifai Rif'an. Dalam bukunya tertulis:

Tymothy Pychyl, profesor di Carleton Univercity Ottawa Kanada melihat gangguan ini sebagai perilaku lari dari tanggung jawab (Generasi Emas,39:2019)

Saya mendiagnosa diri saya sendiri karena kecemasan berlebihan yang selalu terjadi dalam diri ini, terkadang saya merasa stres, depresi bahkan putus asa melihat mimpi-mimpi yang belum juga tercapai.

Menunda-nunda adalah keburukan yang sebaiknya dihilangkan dari diri kita. Ketika, saya sadar bahwa banyak pekerjaan yang numpuk dan deadline sudah mendekat.

Saya pun mulai stres, sering pula sampai menyalahkan orang atas keselahan sendiri. Padahal, diri sendiri yang membuat kesalahan. Tapi, kadang keegoisan datang mengelabui kesalahan yang diperbuat akhirnya menyalahkan oranglain adalah jalan pintas terbaik.

Dampak yang terjadi ini pulalah yang meyakinkan saya bahwa saya adalah seorang procrastination. Selalu lari dari tanggung jawab, dan mendahulukan hal-hal yang tidak penting.

Dalam buku Ahmad Rifai Rif'an tertulis dampak dari gangguan ini adalah:

1. Kecemasan yang berlebihan.

2. Rendahnya kepercayaan diri karena depresi.

Jangan sampai hal yang sama terjadi pada diri teman-teman juga. Jika satu pekerjaan sudah terlaksana maka cariah pekerjaan yang bermanfaat tuk diselesaikan pula.

Dengan begitu tidak akan ada stres, depresi, atau putus asa. Waktu akan terus berputar dan tak akan menunggu kita. Maka, gunakan dengan sebaik mungkin. Jika, tidak. Mungkin jarum jam yang berputar akan berkata pada kita.

"Selamat tinggal. Anda terpaksa saya tinggalkan".

1 komentar:

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.