Selasa, 18 September 2018

Meraih Kesempurnaan Hidup Dengan Empat Martabat

Bagaimana membangun kehidupan yang “sempurna”? tentu semua orang menginginkan hal itu. “Sempurna’ dalam berpikir, bertingkahlaku, tentu segala hal yang mencakup kehidupan. Dan tentunya hal-hal yang baik. Banyak orang menganggap hidup mereka telah disempurnakan oleh harta dan kekayaan mereka, namun hati mereka begitu miskin. Nah, hal seperti inilah yang harus kita sempurnakan pula. Jika, hanya mengandalkan kekayaan, pangkat dan jabatan sebagai kesempurnaan yang menhantar pada kebagahiaan. Maka, dengan tegas saya katakana, hal itu benar-benar tidak mencukupi untuk kehidupan yang bahagia.

Oleh karena itu, kita butuh bumbu dasar untuk meyempurnakan hal tersebut. Hal itu saya tulis dalam empat martabat yang saya dapatkan dari sebuah buku luar biasa yang berjudul Tadabbur Qur’an Di Akhir Zaman.

Keempat martabat itu adalah:

1. Mengetahui kebenaran

Ketika kita mengetahui kebenaran dan suatu yang membawa kita kepada kebenaran. Hendaklah kita mengambilnya, menelitinya, karena berjalan di atas kebenaran adalah salah satu kunci penerang dalam kehidupan kita.

2. Mengamalkan kebenaran

Setelah mengetahui kebenarannya, hendaklah kita mengamalkannya.

3. Mengajarkan kebenaran kepada orang lain.

Muslim yang baik adalah yang bermanfaaat bagi muslim yang lain. Itu adalah hakikat terpenting seorang manusia. Apa yang telah kita ketahui tentu harus kita salurkan pada orang lain, terutama keluarga kita. Amalan yang baik itu harus dibagi-bagi. Semakin banyak yang kita salurkan, maka makin banyak pula orang yang melakukan kebaikan.

4. Sabar dalam menyesuaikan diri dengan kebenaran, dalam mengamalkan dan mengajarkannya.

Segala yang telah kita lakukan, dan yang akan kita lakukan harus didasari dengan kesabaran. Kesabaran merupakan “pokok” kehidupan ini. Kenikmatan dalam hidup yang tak dapat dilakukan oleh semua manusia adalah bersabar.

Itulah empat bartabat yang harus kita bangun untuk membangun kesempurnaan dalam hidup kita. Dan point keempat adalah inti dasar dati keempat martabat tersebut. Jika, kita bersabar dalam menjalankannya, maka akan sia-sia usaha dan kerja kita. Seperti halnya sholat. Tuhan menyuruh kita untuk tetap melakukan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Jika, tidak sabar dalam mejalaninya, akan terputus-putus apa yang kita lakukan.

Untuk terus mengingat bahwa kesabarab adalah hal terpenting dalam melakukan sebuah kebenaran, ingatlah firman Allah dalam alqur’an surat Al-Ashar. Dalam surat tersebut menyatakan bahwa, kita selaku manusia ini berada dalam kerugian, kecuali orang yang saling menesehati dalam kebenaran dan menesehati dalam kesabaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.