Rabu, 07 Maret 2018

Jangan Mengeluh Dengan Ujian Yang Kita Dapatkan

Tuhan menciptakan kita dan memberikan kita salah satu sifat yang tak bisa kita hindari yaitu mengeluh. Dia berfirman di dalam Al-Qur’an surat al-Ma’arij yang artinya:

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat berkeluh kesah. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia mengeluh…”

Kemarin kita mengeluh, hari ini kita mengeluh, esok kita mengeluh, bahkan kita sering mengeluhkan sesuatu yang belum pasti terjadi. Takut tak ada rezeki misalnya. Di saat hujan turun dengan lebat, kita mulai mengeluh, “ Aduh, hujan ini kok ngak berhenti-berhenti sih, , kalo setiap hari seperti ini. Pekerjaan ku akan terbengkalai setiap hari.” Hal yang belum tentu kita dapatkan esok kita keluhkan pula.

Tanpa berpikir bahwa yang kita keluhkan adalah sebuah kenikmatan yang Tuhan berikan untuk kita, yang patut kita syukuri, bukan malah untuk dikeluhkan. Terlalu banyak waktu telah kita habiskan hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang tidak berguna dan tak ada makna sama sekali, membuat kegiatan dan pekerjaan kita terbengkalai.

Boleh saja kita mengeluh, namun harus dibarengi dengan usaha kita, mencari jalan keluar dan solusi. Coba sejenak kita kembali melihat sejarah tentang watita-wanita terdahulu yang mendapatkan ujian begitu besar, rintangan yang begitu berat. Ingat Siti Mashithah ? tukang sisir di kerajaan raja fir’aun, yang merelakan anak-anaknya direndam dalam minyak panas hanya untuk mempertahankan keimanannya. Ia berani merelakan anak-anaknya dilembar kedalam minyak panas yang mendidih, suaminya pun demikian, di bunuh karena tidak mengakui bahwa Fir’aun adalah tuhan. Ujian yang begitu besar dijalani dengan sabar. Hingga ajal menjemput pun ia tetap teguh di dalam imannya, tanpa mengeluhkan satu kata pun.

Lain dengan kisah istrinya raja Fir’aun. Asyiah. Yang rela digiling dengan batu besar karena mempertahankan keimanannya pula. Namun, sebelum batu besar itu di gilingkan ketubuhnya dengan kuasaNya, Asiah meninggal sebelum batu itu digilingkan ketubuhnya. Maha suci Allah yang telah memberikan hidayah dan kenikmatan kepada hamba-hambaNya yang sabar.

Begitu pula kisah Maryam, ketika ketahuan sedang hamil. Nama Mariam disebut-sebut sebagai wanita yang telah melakukan perzinahan. Maka Mariam pun mengasingkan diri ke tempat yang jauh, karena baginya itulah satu-satunya cara untuk menghindar dari hinaan da celaan masyarakat disekitarnya. Karena, tak ada guna pula memberikan penjelasan kepada orang-orang yang telah membencinya.

Hidup sendiri, atas fitnah dan hinaan dan celaan orang sekitar, dengan menahan rasa sakit kandungannya, sambil bersandar di pohon kurma ia berkata:

“Wahai betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan (QS. Maryam :23).

Allah mendengar keluhan Maryam. Allah pun mengirimkan hiburan untuknya. Maka, datanglah Jibril dengan membawa kabar gembira untuknya: “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buahnya yang masak untumu.”(Malik al-Muglis: wahai wanita mengeluhlah sepuasmu:2017)

Itu baru beberapa kisah yang saya contohkan. Masih banyak kisah-kisah waniya yang dapat kita jadikan pelajaran dalam hidup untuk dijadikan landasan dalam hidup kita. Sebagai kunci agar kehidupan yang sudah pasti desandingkan dengan cobaan hidup bisa kita lalui dengan sabar dan tabah.

Bayangkan wahai saudariku, untuk mempertahankan imannya, mereka merelakan nyawa untuk akhirat mereka, dan semua itu dilalui tanpa adanya keluhan sedikitpun. Sedangkan kita yang hidup serba ada. Tapi segala kekurangan kita keluhkan. Tak cukup uang belanja mengeluh, kekenyangan mengeluh, sepatu basah mengeluh, kehujanan di jalanan mengeluh, bahkan kelebihan harta pun kadang kita keluhkan Astagfirullah. Sesungguhnya kita adalah orang yang lemah iman. Saudariku, saya dan Anda hanyalah manusa biasa yang hidup penuh kenikmatan. Bermuhasabah diri adalah jalan terbaik untuk mencapai pribadi yang lebih baik, bukan malah menghabiskan waktu untuk mengelukan hal-hal kecil yang sudah pasti ada jalan keluarnya.

Semua masalah yang diberikan Tuhan hanyalah cobaan ringan kepada kita, yang seharusnya kita jalani penuh kesabaran dan ketabahan. Dengan kesabaran, Tuhan akan meringankan beban kita, dengan kesabaran Tuhan akan mengangkat derajat kita. Maka mari kita bersama membenahi diri dengan iman. Allah swt berfirman yang artinya:

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘innalillahi wa innailaihi raji’un’ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (Q.S. al-Baqaroh:155-156)

Masalah yang kita hadapi dengan kesabaran akan memberikan hasil yang manis. Bahkan Allah sendiri yang akan memberikan kabar gembira untuk kita. Bukankah janji Tuhan adalah benar? Maka, bersabarlah. Jalani semua dengan ketabahan, dan lapang dada. Tidak ada masalah yang diberikan oleh Allah kecuali pasti akan diberikan jalan keluarnya. Sekarang kembali kepada pribadi kita masing-masing. Apakah kita akan mencari jalan keluar dari masalah yang kita dapatkan atau malah duduk termenung sambil berlarut- larut dalam maslah kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trimakasih atas kunjungan Anda. Silakan tinggalkan pesan pada kolom komentar. Jika ada yang ingin ditambahkan atau ada kritikan tentang tulisan yang Anda baca. Terimakasih.